Diriwayatkan oleh Muslim, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Tempat yang paling dicintai Allah adalah masjid-masjid dan tempat yang paling dibenci Allah adalah pasar-pasar.” (HR. Muslim).
Tanpa
kita sadari bahwa peradaban manusia berasal dari kedua tempat ini
(masjid dan pasar). Kebaikan bermula dari bagaimana manusia mensikapi
dan memakmurkan masjid – masjid sebagai tempat ibadahnya, sedangkan
keburukan kebanyakan berasal dari aktivitas di pasar. Tidak berarti
bahwa pasar merupakan tempat sumber keburukan, namun dari pasarlah
segala keburukan itu kemungkinan besar akan terjadi apabila tidak
diimbangi dengan kekuatan iman yang taat kepada Allah SWT. Disini maksud
“pasar” bukan berarti tempat perdagangan di pasar tradisional saja,
melainkan dapat juga tempat aktivitas dimana melibatkan pertukaran
material ataupun suatu hal yang mengandung profit itu terjadi, karena
pasar identik dengan kedua hal tersebut.

Masjid
menjadi tempat yang paling dicintai oleh Allah SWT karena di masjid lah
manusia bersujud dan menyembah-Nya, menyembut nama-Nya, dan berserah
diri kepada-Nya. Segala golongan baik muda – tua, kaya maupun misikin
apabila berkumpul di dalam sebuah masjid maka kedudukan mereka sama di
mata Allah SWT, mereka merasa sama – sama memiliki kedudukan yang rendah
di hadapan Allah SWT yang Maha Besar dan Maha Agung.
Sebaliknya,
pasar merupakan tempat yang melalaikan manusia yang hanya mementingkan
kepentingan dunia semata dan melupakan kehidupan akhirat mereka. Bermula
dari pasar pula paham liberalism, kapitalisme, komunis, dan
imperialisme bermunculan. Dimana dalam faham liberalism – kapitalisme
yang pada tahun 1930 muncul di Negara – Negara modern terdapat system
perdagangan bebas, system keuangan ribawi yang hanya bertujuan mencari
profit semata, privatisasi, dan lain sebagainya yang berdampak buruk
bagi kelangsungan hidup manusia hingga perang saudara.

Dari
liberalism dan kapitalisme inilah muncul faham komunisme, karena
melalui paham – paham ini memungkinkan terjadinya jurang pemisah antara
kaum kaya dengan kaum miskin, dimana golongan kaya / penguasa menindas
dan mengekploitasi kaum miskin, itulah yang menyebabkan pemicu adanya
faham komunisme. Ketidakpuasan terhadap negara – negara penguasa yang
sering menindas dan mengekpoitasi kaum pekerja, menjadikan mereka
menguasai alat – alat produksi dan membentuk pemerintahan dictator untuk
melakukan revolusi. Muali dari sinilah muncul negara yang menganut
faham komunis yang bertujuan untuk melakukan revolusioner dunia.
Akibatnya, terjadilah perang umat manusia yang berkepanjangan (Perang
Dunia I dan II), bangsa – bangsa saling menghancurkan, dan hingga saat
ini pun mereka dapat dikatakan masuh saling bermusuhan akibat perbedaan
faham yang terjadi di masa lalu.
Selain
itu, masih ingat kah kita bahwa dahulu kita telah 350 tahun lamanya
dijajah oleh penjajag dari Belanda melalui bursa dagang mereka VOC yang
notabene juga bergerak di bidang pasar (perdagangan). Awalnya tujuan VOC
ke Indonesia adalah untuk berdagang, alih – alih untuk berdagang
kenyataanya VOC malah menjajah negara Indonesia karena tergiur untuk
mengekploitasi kekayaan rempah – rempah yang dimiliki Indonesia dan
hanya dipergunakan untuk kepentingan mereka semata. Maka dari sinilah
“pasar” memunculkan faham Imperialisme, yaitu suatu sistem penjajahan
langsung dari suatu negara terhadap negara lain dengan tujuan untuk
kepentingan negara penjajah tersebut (Belanda). Gold, Glory, dan Gospel
itulah landasan imperialisme yang dilakukan VOC dalam menjajah
Indonesia, hanya untuk memuaskan nafsu keserakahan mereka akan kekayaan,
kejayaan, dan penyebaran budaya mereka.
Itulah
beberapa keburukan – keburukan yang muncul dari aktivitas yang
bersumber dari pasar, namun bukan berarti segala aktivitas yang
dilakukan di pasar itu buruk. Kita tahu bahwa Rasulullah SAW juga
melakukan kegiatan berdagang selama hidupnya mulai sejak beliau berusia
12 tahun, mulai dari berdagang kecil – kecilan di kota Makkah hingga
berdagang dengan modal besar di selurih jazirah arab hingga di usia 30
tahun’an beliau sendirilah yang menjadi investor. Beliau mampu mengubah
pasar menjadi tempat yang berkah. Apa rahasianya? Ya, Rasulullah SAW
belaku jujur di pasar tidak mementingkan keserakahan dan nafsu
keduniawian. Beliau membangun kepercayaan pembelinya dengan tidak
mencari riba, menyembunyikan cacat barang, gharar (trading in risk),
kecurangan dalam timbangan, dan lain sebagainya. Itulah yang membuat
beliau sukses di dunia perdagangan.
Oleh
karenanya, dalam hadits yang disebutkan diawal tadi “Tempat yang paling
dicintai Allah adalah masjid-masjid dan tempat yang paling dibenci
Allah adalah pasar-pasar.” Dapat kita simpulkan bahwa pasar memang
memiliki dampak yang cukup negatife bagi kelangsungan hidup manusia dan
kita harus dapat bersikap dan mensikapi pasar itu dengan berlandaskan
keimanan kepada Allah SWT karena di pasar – pasar itulah godaan – godaan
syaitan akan bermunculan yang mengakibatkan manusia lalai akan Sang
Pencipta dan lebih mementingkan kehidupan dunia. Untuk itulah mari kita
terlebih dahulu memulai menyebarkan kebaikan – kebaikan dengan
memakmurkan masjid – masjid yang ada di sekitar kita, InsyaAllah tidak
akan ada orang kelaparan dan putus sekolah apabila kita ikut memakmurkan
masjid dengan bersedekah dan berzakat, dan tidak mungkin ada orang yang
hanya memikirkan kehidupan di dunia saja apabila ia ikut memakmurkan
masjid, karena InsyaAllah dengan datang bersujud, bersyukur, dan
bertawakall di masjid, kita akan dicintai oleh Allah dan akan dimudahkan
hidupnya oleh Allah SWT.
Ingat bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Islam
muncul dalam keadaan asing, dan ia akan kembali dalam keadaan asing,
maka beruntunglah orang-orang yang terasingkan itu, karena merekalah
yang merapikan segala sesuatu yang salah” (HR. Muslim)
Makmurkanlah masjid, agar Islam tidak kembali dalam keadaan terasing.
Semoga bermanfaat bagi kita semua. amin
Referensi :
http://id.shvoong.com/law-and-politics/political-economy/2164607-pengertian-imperialisme-dan-kolonialisme/#ixzz24PyyPjdZ
http://alfathonah.blogspot.com/2012/08/akhir-ramadhan-antara-masjid-dan-pasar_15.html#ixzz24MpH5hGL
Categories:






mantap ini jawaban yang saya cari.banyak yang salah kaprah sehingga membenci pasar dan ekonomi kita diambil umat lain dan kita menjadi miskin
ReplyDelete