Monday, 23 September 2013

Hadits Tentang Masjid dan Pasar

Posted by Syahri Ramadan On 01:08
Diriwayatkan oleh Muslim, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Tempat yang paling dicintai Allah adalah masjid-masjid dan tempat yang paling dibenci Allah adalah pasar-pasar.” (HR. Muslim). 

Tanpa kita sadari bahwa peradaban manusia berasal dari kedua tempat ini (masjid dan pasar). Kebaikan bermula dari bagaimana manusia mensikapi dan memakmurkan masjid – masjid sebagai tempat ibadahnya, sedangkan keburukan kebanyakan berasal dari aktivitas di pasar. Tidak berarti bahwa pasar merupakan tempat sumber keburukan, namun dari pasarlah segala keburukan itu kemungkinan besar akan terjadi apabila tidak diimbangi dengan kekuatan iman yang taat kepada Allah SWT. Disini maksud “pasar” bukan berarti tempat perdagangan di pasar tradisional saja, melainkan dapat juga tempat aktivitas dimana melibatkan pertukaran material ataupun suatu hal yang mengandung profit itu terjadi, karena pasar identik dengan kedua hal tersebut. 



Masjid menjadi tempat yang paling dicintai oleh Allah SWT karena di masjid lah manusia bersujud dan menyembah-Nya, menyembut nama-Nya, dan berserah diri kepada-Nya. Segala golongan baik muda – tua, kaya maupun misikin apabila berkumpul di dalam sebuah masjid maka kedudukan mereka sama di mata Allah SWT, mereka merasa sama – sama memiliki kedudukan yang rendah di hadapan Allah SWT yang Maha Besar dan Maha Agung. 



Sebaliknya, pasar merupakan tempat yang melalaikan manusia yang hanya mementingkan kepentingan dunia semata dan melupakan kehidupan akhirat mereka. Bermula dari pasar pula paham liberalism, kapitalisme, komunis, dan imperialisme bermunculan. Dimana dalam faham liberalism – kapitalisme yang pada tahun 1930 muncul di Negara – Negara modern terdapat system perdagangan bebas, system keuangan ribawi yang hanya bertujuan mencari profit semata, privatisasi, dan lain sebagainya yang berdampak buruk bagi kelangsungan hidup manusia hingga perang saudara.  


Dari liberalism dan kapitalisme inilah muncul faham komunisme, karena melalui paham – paham ini memungkinkan terjadinya jurang pemisah antara kaum kaya dengan kaum miskin, dimana golongan kaya / penguasa menindas dan mengekploitasi kaum miskin, itulah yang menyebabkan pemicu adanya faham komunisme. Ketidakpuasan terhadap negara – negara penguasa yang sering menindas dan mengekpoitasi kaum pekerja, menjadikan mereka menguasai alat – alat produksi dan membentuk pemerintahan dictator untuk melakukan revolusi. Muali dari sinilah muncul negara yang menganut faham komunis yang bertujuan untuk melakukan revolusioner dunia. Akibatnya, terjadilah perang umat manusia yang berkepanjangan (Perang Dunia I dan II), bangsa – bangsa saling menghancurkan, dan hingga saat ini pun mereka dapat dikatakan masuh saling bermusuhan akibat perbedaan faham yang terjadi di masa lalu.


Selain itu, masih ingat kah kita bahwa dahulu kita telah 350 tahun lamanya dijajah oleh penjajag dari Belanda melalui bursa dagang mereka VOC yang notabene juga bergerak di bidang pasar (perdagangan). Awalnya tujuan VOC ke Indonesia adalah untuk berdagang, alih – alih untuk berdagang kenyataanya VOC malah menjajah negara Indonesia karena tergiur untuk mengekploitasi kekayaan rempah – rempah yang dimiliki Indonesia dan hanya dipergunakan untuk kepentingan mereka semata. Maka dari sinilah “pasar” memunculkan faham Imperialisme, yaitu suatu sistem penjajahan langsung dari suatu negara terhadap negara lain dengan tujuan untuk kepentingan negara penjajah tersebut (Belanda). Gold, Glory, dan Gospel itulah landasan imperialisme yang dilakukan VOC dalam menjajah Indonesia, hanya untuk memuaskan nafsu keserakahan mereka akan kekayaan, kejayaan, dan penyebaran budaya mereka.

Itulah beberapa keburukan – keburukan yang muncul dari aktivitas yang bersumber dari pasar, namun bukan berarti segala aktivitas yang dilakukan di pasar itu buruk. Kita tahu bahwa Rasulullah SAW juga melakukan kegiatan berdagang selama hidupnya mulai sejak beliau berusia 12 tahun, mulai dari berdagang kecil – kecilan di kota Makkah hingga berdagang dengan modal besar di selurih jazirah arab hingga di usia 30 tahun’an beliau sendirilah yang menjadi investor. Beliau mampu mengubah pasar menjadi tempat yang berkah. Apa rahasianya? Ya, Rasulullah SAW belaku jujur di pasar tidak mementingkan keserakahan dan nafsu keduniawian. Beliau membangun kepercayaan pembelinya dengan tidak mencari riba, menyembunyikan cacat barang, gharar (trading in risk), kecurangan dalam timbangan, dan lain sebagainya. Itulah yang membuat beliau sukses di dunia perdagangan.

Oleh karenanya, dalam hadits yang disebutkan diawal tadi “Tempat yang paling dicintai Allah adalah masjid-masjid dan tempat yang paling dibenci Allah adalah pasar-pasar.” Dapat kita simpulkan bahwa pasar memang memiliki dampak yang cukup negatife bagi kelangsungan hidup manusia dan kita harus dapat bersikap dan mensikapi pasar itu dengan berlandaskan keimanan kepada Allah SWT karena di pasar – pasar itulah godaan – godaan syaitan akan bermunculan yang mengakibatkan manusia lalai akan Sang Pencipta dan lebih mementingkan kehidupan dunia. Untuk itulah mari kita terlebih dahulu memulai menyebarkan kebaikan – kebaikan dengan memakmurkan masjid – masjid yang ada di sekitar kita, InsyaAllah tidak akan ada orang kelaparan dan putus sekolah apabila kita ikut memakmurkan masjid dengan bersedekah dan berzakat, dan tidak mungkin ada orang yang hanya memikirkan kehidupan di dunia saja apabila ia ikut memakmurkan masjid, karena InsyaAllah dengan datang bersujud, bersyukur, dan bertawakall di masjid, kita akan dicintai oleh Allah dan akan dimudahkan hidupnya oleh Allah SWT.

Ingat bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Islam muncul dalam keadaan asing, dan ia akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang terasingkan itu, karena merekalah yang merapikan segala sesuatu yang salah” (HR. Muslim)

Makmurkanlah masjid, agar Islam tidak kembali dalam keadaan terasing.
Semoga bermanfaat bagi kita semua. amin



Referensi :
http://id.shvoong.com/law-and-politics/political-economy/2164607-pengertian-imperialisme-dan-kolonialisme/#ixzz24PyyPjdZ
http://alfathonah.blogspot.com/2012/08/akhir-ramadhan-antara-masjid-dan-pasar_15.html#ixzz24MpH5hGL

Categories:

1 comment:

  1. mantap ini jawaban yang saya cari.banyak yang salah kaprah sehingga membenci pasar dan ekonomi kita diambil umat lain dan kita menjadi miskin

    ReplyDelete